Abstract
Ajaran tentang Tritunggal Mahakudus sering disalahpahami ketika Bapa, Putra, dan Roh Kudus dibaca memakai cara berpikir manusiawi tentang jumlah, pribadi, dan keberadaan. Tulisan ini menelaah pemahaman Tritunggal dalam terang ajaran para Bapa Gereja Timur, khususnya Basil dari Kaisarea, Gregory dari Nyssa, Gregory Nazianzen, Athanasius, John Chrysostom, dan Cyril dari Alexandria. Pembahasan diarahkan pada pembedaan antara ousia dan hypostasis, keesaan hakekat ilahi, relasi asal antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus, serta kesatuan karya ilahi yang tidak membelah Allah menjadi tiga keallahan. Kajian ini juga membantah kecenderungan Sabellian yang melebur ketiga Pribadi menjadi satu Pribadi tunggal dengan tiga sebutan. Dari kesaksian patristik, Tritunggal dipahami sebagai satu Allah dalam satu hakekat ilahi yang sama, dengan tiga hypostasis yang sungguh nyata, kekal, tidak tertukar, dan tidak terpisah. Rumusan ini menjaga keesaan Allah tanpa menghapus Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebagai Pribadi ilahi yang dikenal dalam iman Gereja.